Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Do`A Ibrahim Bin Adham Sewaktu Perang

Ibrahim bin basyar bercerita kepada kami, : aku berteman dengan Ibrahim bin adham selama enam tahun sekian bulan, ia ialah sosok yang lebih banyak diam, ia tidak pernah bertanya kepada kami wacana suatu apapun, hingga kami yang memulai bertanya kepadanya, mulutnya seolah-olah ada kendalinya, sebab saking lamanya diam, setiap kali aku melihatnya, ia terlihat menyerupai seorang ibu yang sangat murung sebab kehilangan anaknya, seolah-olah beban kesedihan dan problem seluruh dunia di pikulkan diatas pundaknya, kesedihan telah menciptakan dirinya tersiksa, jikalau pergi ke daerah buang air kecil, kami melihat di bekas air kencingnya tampak menyerupai darah kental, maka kami mengambil kesimpulan bahwa itu tanggapan dari memendam kesedihan yang mendalam,
Ibrahim bin adham pernah memberi wejangan kepada kami, menyerupai berikut “ jangan suka ingin mengetahui dan mengenal orang lain, juga jangan perkenalkan dirimu kepadanya, dan pandanglah orang yang kalian kenal sebagai orang yang tidak kalian kenal “
Suatu waktu, aku pergi bersama Ibrahim bin adham, bubuk yusuf bin al-ghausuli, dan bubuk abdillah as-sinjari, hendak pergi berperang dengan menumpang sebuah kapal, ketika kapal hendak mulai berangkat, ada salah seorang penumpang yang berdiri untuk menarik iuran satu dinar per orang sebagai bekal, kebetulan kami ketika itu sedang tidak memiliki uang sepeserpun, hanya baju saja yang kami punya ketika itu, lantas Ibrahim bin adham keluar dari kapal dan menuju ketepi pantai, sesaat ia sudah kembali lagi dengan membawa uang empat dinar, aku melihat dinar-dinar itu mengkilap, kemudian ia berikan uang itu kepada orang tersebut,
Kemudian kapal yang kami tumpangipun berangkat, waktu itu kapal yang kami tumpangi itu bertemu dengan kapal dari tinnis, dimyath, Alexandria, dan asqalan, jumlah kapal-kapal tersebut waktu itu enambelas atau tujuh belas kapal,
Di suatu malam pada ketika kami sedang berlayar, tiba-tiba tiba angin angin ribut yang gelap, bahari pun bergelombang, dan ombak besar menghantam kapal kami, hingga menciptakan kapal kami diambang kebinasaan, kemudian orang-orang pun secara serentak mulai berdoa, sementara Ibrahim bin adham justru asik tidur dengan berselimut mantel, tanpa memperdulikan apa yang sedang terjadi,
“ wahai hamba Allah, engkau lihatlah kita sedang berada di ambang ketenggelaman, sementara engkau justru asik tidur, bukannya berdiri dan berdoa bersama kami “ kata salahsatu pasukan relawan kepada Ibrahim,
Lalu Ibrahim bin adham menengadah ke atas, tapi kami tidak melihat bibirnya komat kamit, dan tidak pula kami mendengarnya mengucapkan sepatah kata, sesaat sesudah itu, tiba-tiba kami mendengar bunyi yang entah berasal dari langit atau dari laut, bunyi itu berkata “ hai angin badai, hai gelombang, meredalah! Karena diatas engkau ada Ibrahim bin adham “
Lalu angin, angin ribut dan gelombang pun eksklusif mereda, dan damai seketika, kapal-kapal pun kembali bergerak dengan tenang, pada pagi harinya, kapal-kapal yang adapun berkumpul, kemudian para kapten kapal berkata “ apakah kalian mendengar bunyi tadi malam “ ya, kami mendengarnya, jawab para penumpang, sesudah kita mendarat, dimohon masing-masing dari kalian menginspeksi para penumpangnya, semoga kita tahu siapa orang yang disebut namanya tadi malam, kemudian memintanya berdoa untuk kita semua,
Singkat cerita, kamipun hingga pada sebuah benteng yang belum pernah di serang oleh siapapun, pintu benteng tersebut terbuat dari material besi,
Ikuti bacaan yang aku baca : LA ILAHA ILLALLAHUWALLAHU AKBAR WALILLAHIL HAMD ” kata Ibrahim bin adham, kepada para pasukan, sesudah itu kami melihat batu-batu tembok benteng tersebut berjatuhan,
Ikuti lagi bacaan yang aku baca ; LA ILAHA ILLALLAHUWALLAHU AKBAR WALILLAHIL HAMD kata Ibrahim bin adham kepada para pasukan, sesudah itu kami melihat batu-batu tembok benteng tersebut berjatuhan lagi
Ikuti lagi bacaan yang say abaca ; LA ILAHA ILLALLAHUWALLAHU AKBAR WALILLAHIL HAMD kata Ibrahim bin adham kepada para pasukan untuk yang ketiga kalinya, maka kamipun melihat batu-batu tembok benteng tersebut kembali berjatuhan hingga membentuk sebuah lubang,
Sekarang silahkan masuk dengan keberkahan dari Allah, kata Ibrahim bin adham, sebelumnya Ibrahim bin adham memberikan sebuah pesan kepada kami, menyerupai dihentikan berlebihan, dihentikan melampaui batas, dan pesan-pesan yang semacam itu, “ ingat dan camkan baik-baik, pesan yang aku sampaikan kepada kalian ini kata Ibrahim bin adham
Singkat cerita, kamipun berhasil mendapat kemenangan dan mendapat ghanimah ( harta rampasan perang ), hingga kamipun memenuhi kapal-kapal kami dengan para budan ghanimah-ghanimah yang lain, kemudian kamupun kembali berlayar, dan kapal-kapal kamipun mulai bertemu dan bergabung satu sama lain,
Kemudian sesudah kami berhasil hingga ke pelabuhan dengan selamat, lantas Ibrahim bin adham keluar dari kapal, dan kamipun ikut keluar mengikutinya, ia samasekali tidak memperdulika pembagian harta ghanimah yang ada, dan samasekali tidak mendapat sedikitpun darinya,
Kemudian kami bertemu seseorang yang ikut bersama kami waktu itu,
Kami bertanya, “ bagaimana pembagian harta ghanimah waktu itu, dan berapak yang di sanggup untuk masing-masing dari kalian,”
Mereka menjawab, “ masing-masing dari kami waktu itu memperoleh kepingan seratus dua puluh dinar, “ jawabnya, sementara kami sama sekali tidak mendapat sedikitpu dari harta ghanimah tersebut,

Posting Komentar untuk "Do`A Ibrahim Bin Adham Sewaktu Perang"

close
Banner iklan disini