Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ibrahim Al-Khowwash Dan Islamnya Cowok Nashrani

Hamid al-aswad sahabat Ibrahim al-khowwash, bercerita kepada kami, bahwasannya tiapa kali hendak melaksanakan perjalanan, tiap itu pula Ibrahim al-khowwash tidak pernah memberitahukan rencananya kepada siapapun, akan tetapi ia pribadi mengambil geriba ( wadah air yang terbuat dari kulit )
Suatu hari, kami sedang bersama Ibrahim al-khowwash di masjidnya, tiba-tiba ia beranjak mengambil geriba, kemudian berjalan pergi, akupun mengikutinya,
Selama dalam perjalanan ia tidak berkata sepatah katapun kepadaku, hingga sampailah kami di kufah, al-khowwash beristirahat sehari semalam di kufah, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Qodisiah, sesampainya di Qodisiah v berkata kepadaku, “ hamid, engkau mau kemana ?”,
“ wahai tuan, saya pergi kemanapun engkau pergi, “ jawabku kepadanya,
“ saya ingin pergi ke mekkah ( untuk berhaji ) “ jawabnya kepadaku,
“ kalau begitu insya Allah akupun ingin menuju ke makkah “ jawabku kepadanya,
Kamipun melanjutkan perjalanan, selang beberapa hari, ketika kami sedang berada di suatu perjalanan ada seorang perjaka bergabung bersama kami, dan selama dalam perjalanan bersama kami, perjaka tersebut tidak pernah shalat, lantas hal itu saya beritahukan kepada al-khowwash,
“ perjaka itu tidak pernah shalat “ kataku kepada al-khowwash, kemudian al-khowwash duduk dan berkata kepada perjaka tersebut, “ wahai pemuda, kenapa engkau tidak shalat, padahal shalat lebih wajib bagimu daripada haji?, “
“ tuan, tidak ada kewajiban shalat apapun terhadapku “ jawab si pemuda,
“ bukankah engkau seorang muslim? “ Tanya al-khowwash kepadanya,
“ tidak “ jawab si perjaka tersebut,
“ lantas siapa engkau bergotong-royong “ Tanya al-khowwash,
“ saya seorang nashrani, dan instruksi saya dalam agama nashrani yaitu kepasrahan, dan jiwaku mengklaim bahwa saya telah mencapai tingkat kepasrahan yang sempurna, namun saya tidak begitu saja mempercayai hal itu, hingga saya membawa jiwa ini ke padang gurun dimana tidak ada apa-apa selain Tuhan, kemudian saya melaksanakan kontemplasi, merangsang pikiran saya dan jiwa saya, “ jawab si pemuda,
Lalu al-khowwash bangun dan beranjak pergi, ia berkata kepadaku “ biarkan perjaka itu bersamamu “
Kamipun melanjutkan perjalanan hingga hingga di kawasan bathn murr, kemudian al-khowwash melepas pakaiannya, dan mencucinya dengan air, kemudian ia duduk dan berkata pada perjaka tersebut, “ siapa namamu “
“ abdul masih “ jawab si pemuda,
“ wahai abdul masih, ini yaitu serambi makkah, Allah SWT telah mengharamkan orang-orang menyerupai engkau memasuki makkah “ kata al-khowwash sambil mengutip ayat

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡمُشۡرِكُونَ نَجَسٞ فَلَا يَقۡرَبُواْ ٱلۡمَسۡجِدَ ٱلۡحَرَامَ بَعۡدَ عَامِهِمۡ هَٰذَاۚ
“hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati masjidil haram sehabis tahun ini “ (at-tubah-28 )
“ Apa yang ingin kamu ungkap dari dirimu telah tampak terang bagi dirimu, saya peringatkan engkau supaya jangan berani-berani masuk makkah, kalau kami meliht engkau di makkah, maka kami tidak akan tinggal diam, “ lanjut Al-khowwash
Lalu kami beranjak pergi menuju makkah, dan meninggalkan si perjaka di tempat tersebut, kemudian kami pergi ke arafah, ketika kami sedang duduk-duduk di sana, tiba-tiba di kejauhan kami melihat si perjaka tersebut berjalan sambil memperhatikan orang-orang yang ada di sana seolah ingin mencari seseorang, waktu itu ia terlihat mengenakan dua pakaian ihram, ia terus berjalan hingga ahirnya hingga di tempat kami, kemudian ia pribadi memeluk Ibrahim al-khowwash, dan mencium kepalanya,
“ apa yang sudah terjadi pada dirimu hai abdul masih? “ Tanya Al-khowwash kepadanya,
“ saya tidak lagi abdul masih “ ( hamba al-masih ) hari ini saya yaitu hamba Tuhan, yang al-masih yaitu hamba-NYA jawab si perjaka kepada Al-khowwash
“ coba ceritakan kepadaku apa yang terjadi pada dirimu” kata Al-khowwash kepadanya,
Lantas ia mulai bercerita, “ ketika engkau meninggalkan saya di tempat tersebut, saya tetap berada di tempat tersebut hingga ada rombongan kafilah haji datang, lantas saya menyamar menggunakan pakaian menyerupai pakaian kaum muslimin, sehingga saya terlihat seolah-olah saya sedang berihram, kemudian saya ikut mereka pergi menuju makkah, pada ketika mata ini melihat ka`bah saya pribadi mencicipi semua agama selain islam tak ada artinya apa-apa, kemudian saya memutuskan untuk masuk islam, kemudian mandi dan berihram, pada hari ini, di tempat ini, saya mencari-cari engkau dan ahirnya saya hingga disini di hadapan engkau,
Lalu Al-khowwash menoleh kepada kami dan berkata “ wahai hamid, lihatlah berkah kejujuran dan ketulusan dalam mencari kebenaran di dalam agama nashrani, bagaimana hal itu ahirnya menandakan dan menuntunnya ke islam “
Sejak itu perjaka tersebut terus bersama kami, hingga ahirnya ia meninggal dunia, diantara orang-orang miskin
( at-tawwabin/ibnu qudamah 1/82 )

Posting Komentar untuk "Ibrahim Al-Khowwash Dan Islamnya Cowok Nashrani"

close
Banner iklan disini