Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Cowok Tampan Dan Budak Cantik

Di ceritakan oleh roja’ Bin Umar annakho’i bahwa dahulu di kuffah ada seorang cowok yang tampan wajahnya, rajin ibadah dan termasuk orang yang Zuhud, beliau tinggal di sebelah kaum dari nakha, beliau melihat seorang jariyah ( budak wanita ) yang bagus , kemudian beliau tertarik padanya dan terus memikirkannya, perasaan yang sama pun sepertinya di rasakan oleh si jariyah, tanpa pikir panjang, lantas cowok itupun mengirim utusan untuk melamar jariyah pada ayahnya, namun ternyata ayahnya bilang kalau si jariyah sudah ada yang melamar, yang tak lain ialah anak dari Paman jariyah tersebut, maka semakin bertambah pula sakit hati lantaran cinta diantara mereka,
Di suatu hari, si jariyah mengutus seorang utusan untuk memberikan perasaan si jariyah ke cowok tersebut, “ sungguh telah hingga kabar kepadaku wacana besarnya cintamu pada diriku, dan tahukah engkau betapa tersiksanya saya akan cintaku yang begitu besar padamu, jikalau engkau mau, saya akan mengunjungi, atau jikalau engkau mau, engkau boleh kerumahku, “
Pemuda itu berkata pada utusan tersebut

أَلَمۡ يَرَوۡاْ كَمۡ أَهۡلَكۡنَا مِن قَبۡلِهِم مِّن قَرۡنٖ مَّكَّنَّٰهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ مَا لَمۡ نُمَكِّن لَّكُمۡ وَأَرۡسَلۡنَا ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡهِم مِّدۡرَارٗا وَجَعَلۡنَا ٱلۡأَنۡهَٰرَ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمۡ فَأَهۡلَكۡنَٰهُم بِذُنُوبِهِمۡ وَأَنشَأۡنَا مِنۢ بَعۡدِهِمۡ قَرۡنًا ءَاخَرِينَ وَلَوۡ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ كِتَٰبٗا فِي قِرۡطَاسٖ فَلَمَسُوهُ بِأَيۡدِيهِمۡ لَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٞ وَقَالُواْ لَوۡلَآ أُنزِلَ عَلَيۡهِ مَلَكٞۖ وَلَوۡ أَنزَلۡنَا مَلَكٗا لَّقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ثُمَّ لَا يُنظَرُونَ وَلَوۡ جَعَلۡنَٰهُ مَلَكٗا لَّجَعَلۡنَٰهُ رَجُلٗا وَلَلَبَسۡنَا عَلَيۡهِم مَّا يَلۡبِسُونَ وَلَقَدِ ٱسۡتُهۡزِئَ بِرُسُلٖ مِّن قَبۡلِكَ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُواْ مِنۡهُم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسۡتَهۡزِءُونَ قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ ٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ قُل لِّمَن مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ قُل لِّلَّهِۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَۚ لَيَجۡمَعَنَّكُمۡ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ لَا رَيۡبَ فِيهِۚ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمۡ فَهُمۡ لَا يُؤۡمِنُونَ ۞وَلَهُۥ مَا سَكَنَ فِي ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّهَارِۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡعَلِيمُ قُلۡ أَغَيۡرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيّٗا فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَهُوَ يُطۡعِمُ وَلَا يُطۡعَمُۗ قُلۡ إِنِّيٓ أُمِرۡتُ أَنۡ أَكُونَ أَوَّلَ مَنۡ أَسۡلَمَۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ قُلۡ إِنِّيٓ أَخَافُ إِنۡ عَصَيۡتُ رَبِّي عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ

Sesungguhnyalah lantaran satu dari dua hal ini telah mencegahku, ( qs Al an’am 6-15 ) saya takut akan neraka yang panasnya tak pernah padam, “
Ketika utusan itu kembali dan mengabarkan itu semua ke jariyah kemudian jariyah berkata “ sungguh saya melihatnya dengan keadaan ibarat ini, menjadi seorang Zahid yang takut kepada Allah, demi Allah tidak ada yang lebih pantas daripada yang lain, alasannya ialah yang lain sama saja,”
Tanpa pikir panjang jariyah melepaskan semua pemanis dunia, sementara beliau hanya menggunakan baju yang terbuat dari bulu, dan mulai beribadah dengan giat, meskipun begitu,. Dia tetap meleleh dan semakin kurus, lantaran begitu besar cintanya pada si cowok itu, hingga pada hasilnya diapun meninggal,
Mendengar simpulan hidup si jariyah, cowok itupun mendatangi kuburannya, kemudian beliau melihatnya dalam mimpi seolah-olah dalam keadaan yang paling indah, kemudian cowok itu bertanya, “ bagaimana keadaannya dan apa yang engkau jumpai?” jariyah menjawab “ cinta yang paling indah ialah cintamu kekasihku, cinta yang membawa pada kebaikan, “ lantas cowok itu kembali bertanya “ lantas kamu akan kemana?” jariyah menjawab “ menuju kenikmatan dan hidup yang tiada akhirnya, di nirwana yang awet dan tak binasa”
Lantas si cowok itu berpesan “ ingatlah saya disana, karna sebetulnya saya tak pernah melupakanmu “ jariyah itu berkata “ demi Allah saya juga tidak melupakanmu, saya akan memohon kepada Tuhanku semoga beliau menolongku untuk itu, kemudian jariyah berpaling,
Kembali cowok itu bertanya “ apa yang engkau lihat “ jariyah menjawab “ kamu akan tiba sebentar lagi,
Tujuh hari kemudian cowok itu meninggal,
Semoga Allah SWT merahmati mereka berdua

Posting Komentar untuk "Kisah Cowok Tampan Dan Budak Cantik"

close
Banner iklan disini