Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Cowok Yang Melampaui Batas

Abdurrahman bin ibrahim al-fihri menceritakan kepada kami dari ayahnya: pada masa al-hasan ada seorang perjaka yang teledor terhadap hak Allah dan lalai dalam menunaikan kewajiban-kewajiban agama
Suatu hari Allah menimpakan eksekusi kepada perjaka tersebut, dalam bentuk penyakit yang cukup keras, dalam kepedihannya menahan sakit yang di deritanya perjaka tersebut bertutur lirih dan murung “ ya Tuhanku, maafkanlah kesalahan saya, dan sembuhkanlah saya dari penyakit ini, saya berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan-kesalahan ibarat dulu”
Maka Allahpun memberinya kesembuhan, beliau kembali pulih dan sehat, tetapi sikap bejatnya kembali kambuh, bahkan lebih parah dari sebelumnya, kemudian Allah menghukumnya dengan penyakit kemudian beliau kembali bertutur “ya Tuhanku, maafkanlah kesalahan saya, dan sembuhkanlah saya dari penyakit ini, saya berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan-kesalahan ibarat dulu “
Lantas Allah pun memberinya kesembuhan, namun lagi-lagi sikap bejatnya kambuh, dan lebih parah dari sebelumnya,
Ketika perjaka tersebut berkubang dalam dosa dan maksiat, Allah kembali menghukumnya untuk yang ketiga kalinya, ketika kondisinya sangat parah beliau kembali berdoa dengan bunyi lirih “ya Tuhanku, maafkanlah kesalahan saya, dan sembuhkanlah saya dari penyakit ini, saya berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan-kesalahan ibarat dulu “
Dan lagi-lagi Allah memberinya kesembuhan, akan tetapi lagi-lagi sikap bejatnya kambuh lagi, dan semakin bertambah parah lagi,
Pada suatu hari al-hasan ayyub as-sakhtiani, malik bin dinar, dan salih al-murri sedang keluar mengambil air, ketika itu, al-hasan melihat perjaka tersebut sedang berjalan dengan berlagak,
“ wahai pemuda, takutlah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-NYA, jikalau engkau tidak melihat-NYA maka ketahuilah sebenarnya Dia melihatmu” kala al- hasan al-bashri kepada perjaka tersebut,
Enyahlah engkau wahai bubuk said, kami ini para pemuda, kami ingin menemukan dunia ini, kata perjaka tersebut kepada hasan al-bashri,
Beberapa dikala sehabis itu, al-hasan berkata “ sungguh, tampaknya kematian telah turun di halaman perjaka tadi dan beliau sedang bergelut dengannya “
Ketika al-hasan sedang di majelisnya tiba-tiba saudara perjaka itu tiba kepadanya, dan berkata “ wahai bubuk said, perjaka yang enkau nasihati kemarin yaitu saudaraku, dikala ini beliau sedang menghadapi sakaratul maut “
Mari kita menengok perjaka tersebut dan kita lihat apa yang telah Allah perbuat terhadapnya kata al-hasan kepada sahabat-sahabatnya,
Sesampainya al-hasan di rumah perjaka tersebut lantas al-hasan mengetuk pintu,
“ siapa “ Tanya ibu si perjaka dari dalam rumah
“ al-hasan “ jawabnya
“ wahai bubuk said, apa yang ingin di lakukan oleh sosok ibarat engkau di pintu rumah anakku, sementara anakku ini telah melaksanakan semua bentuk perbuatan dosa dan keharaman, tidak ada suatu bentuk dosa melainkan pernah beliau lakukan, dan tidak ada suatu bentuk keharaman melainkan pernah beliau langgar “ sahut sang ibu
Ijinkan kami masuk menjenguk putramu sebab sebenarnya Tuhan maha memaafkan dosa dan kesalahan kata al-hasan
Lantas sang ibu beranjak menemui putranya dan berkata “ hai anakku, al-hasan berada di luar “
“ ibu, apakah al-hasan tiba untuk menjengukku, atau untuk mencelaku, tolong bukakan pintunya dan persilahkan beliau masuk, “ kata si anak kepada ibunya
Lantas sang ibu beranjak membukakakan pintudan mempersilahkan al-hasan masuk, ketika melihat si perjaka sedang menghadapi sakaratul maut, al-hasan berkata kepadanya, “ wahai pemuda, mintalah ampunan kepada Allah, pasti Dia akan mengampunimu,
“ wahai bubuk said, Allah tidak akan memaafkan saya, sahut perjaka tersebut,
“ apakah engkau menyebut Allah SWT bakhil? Padahal sebenarnya beliau maha pemurah kata al-hasan kepadanya
Si perjaka berkata “ wahai bubuk said, saya selalu durhaka terhadap Allah, kemudian Dia menurunkan petaka berupa penyakit kepada saya, kemudian saya mohon ampun dan Allah mengampuni saya. Dan memberi saya kesembuhan, tetapi sehabis sembuh, saya kembali bermaksiat lagi, kemudian Allah kembali menimpakan petaka berupa penyakit kepada saya, kemudian saya mohon ampun dan Allah pun mengampuni saya dan memperlihatkan saya kesembuhan, begitu terus, dan ini yaitu yang kelima kalinya, kemudian ketika saya memohon ampun saya mendengar bunyi tanpa rupa “ kali ini tidak ada lagi ampunan untukmu, dikarenakan telah berulangkali engkau di maafkan dan di beri kesembuhan tapi engkau selalu berbohong “
Lalu al-hasan berkata “ mari kita pamit pergi “
Setelah al-hasan pergi kemudian perjaka itu berkata kepada ibunya “ al-hasan telah menciptakan saya frustasi dari belas kasihan dan ampunan Tuhan, padahal Tuhan maha mendapatkan taubat dari hamba-hamba-NYA dan maha memaafkan kesalahan, wahai ibu, ketika engkau sudah melihat saya menjelang ajal, keringat kematian sudah membasahi dahi saya, kedua mata sudah mulai terpejam, jari jemari sudah mulai menguning,dan saya sudah tidak sanggup berbicara lagi tolong ambil jubah dari bawah kepala saya kemudian letakkan pipi saya ke tanah dan berdoalah kepada Allah untuk saya sebab sebenarnya Allah maha mendapatkan taubat, dan maha pengampun”
Ketika melihat putranya sudah mulai menghadapi sakaratul maut maka sang ibu segera mengambil jubah yang berada di bawah kepala putranya, kemudian meletakkan pipinya diatas tanah sehabis itu sang ibu mengikat pinggangnya dengan tali dan menguraikan rambutnya, kemudian menengadahkan tangannya ke atas dan berdoa “ ya Allah dengan rahmat-MU yang engkau berikan kepada nabi ya`qub, sehingga engkau pertemukan antara dirinya dengan anaknya, dengan rahmat-MU yang engkau berikan kepada nabi ayub sehingga engkau hilangkan ujian dari dirinya, saya memohon rahmatilah putraku, dan ampunilah dosanya “
Setelah putranya meninggal dunia, tiba-tiba sang ibu mendengar bunyi tanpa rupa, “ wahai ibu sebenarnya Allah telah merahmati putramu, dan mengampuni dosanya “
Di daerah lain al-hasan juga mendengar bunyi tanpa rupa “ wahai bubuk said, sebenarnya Allah telah benar-benar merahmati perjaka tersebut dan beliau termasuk penghuni surge “ lantas al-hasan dan kawan-kawannya pun pergi melawat mayit perjaka tersebut

Posting Komentar untuk "Kisah Cowok Yang Melampaui Batas"

close
Banner iklan disini