Kisah Maimunah Yang Hitam
Abdul wahid bin zaid, RA, mengisahkan, “ selama tiga malam saya memohon kepada Allah, biar DIA mengatakan padaku temanku di surge “, kemudian Abdul wahid melihat seseorang berkata, “ wahai Abdul wahid temanmu kelak di surge yaitu maymunah yang hitam, “Abdul wahid bertanya “ dimana ia tinggal ? “ orang itu menjawab, “ di keluarga fulan di kufah “,
Setelah memperoleh keterangan tersebut, Abdul wahid segera menuju kufah untuk mencari maimunah yang hitam, sosok yang di terangkan dalam ilhamnya, sesudah bertanya kesana kemari, ahirnya Abdul wahid menerima keterangan bahwasannya berdasarkan orang-orang, ia yaitu seorang perempuan yang gila, yang menggembalakan kambing-kambing milik warga sekitar dimana ia tinggal, tepatnya di atas pegunungan, maka pergilah Abdul wahid ketempat yang di maksud para penduduk, sesampainya di pegunungan yang di maksud Abdul wahid melihat seorang perempuan yang sedang sholat, yang diantara kedua tangannya terdapat sebuah tongkat, ia menggunakan jubah yang terbuat dari bulu domba, yang bertuliskan “ tidak diperjualbelikan “Abdul wahid melihat kambing-kambing gembalaanya berdampingan dengan kelompok serigala-serigala liar, yang anehnya serigala-serigala tersebut tidak mau memakan kambing-kambingnya, begitupun si kambing, ia samasekali tidak mencicipi takut berdampingan dengan serigala, sungguh pemandangan yang terasa aneh,
Ketika maimunah melihat Abdul wahid, ia mempersingkat sholatnya, begitu akibat ia berkata “ pulanglah wahai Abdul wahid bin zaid, daerah yang di janjikan bukan disini tetapi besok “, kemudian Abdul wahid berkata “ semoga Allah merahmatimu, siapa yang memberitahumu kalau namaku Abdul wahid bin zaid, “ maimunah berkata “ tidakkah engkau tahu bahwa arwah itu laksana tentara yang di persiapkan , bagi yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih “
Abdul wahid bermohon, “ berilah saya nasihatmu “ maimunah berkata “ bagaimana sanggup seorang pemberi nasihat meminta nasihat! , wahai ibnu zaid, sebetulnya telah hingga kepadaku bawha tidaklah seorang hamba di berikan sesuatu dari dunia, kemudian ia menginginkannya lagi kecuali Allah SWT akan menarik kecintaan untuk berkholwat bersama-NYA dan mengganti kedekatan dengan kejauhan, pertemanan dengan kesepian, kemudia ia bersenandung:
Wahai pemberi nasihat, ia bangkit untuk menghitung
Dia mencegah kaum dari dosa
Kau melarang, sedangkan kamu sungguh sakit,
Ini yaitu kemungkaran yang mengagumkan,
Kalau kamu memperbaiki sebelum ini
Aibmu atau kamu segera bertaubat,
Pasti menyerupai yang kamu katakan, kekasihku
Tempat kebenaran itu di hati,
Kau melarang dosa dan kesesatan
Sedangkan kamu ragu-ragu dalam melarang,
Kemudian Abdul wahid berkata “ saya melihat serigala bersama kambing, ada apa ini ? “ maimunah berkata “ pergilah kau, alasannya yaitu saya memperbaiki hubungan antara saya dan Tuhanku, maka ia memperbaiki antara serigala dan kambing, “


Posting Komentar untuk "Kisah Maimunah Yang Hitam"