Kisah Si Abid Dan Si Pelacur
Di ceritakan dari Abdulloh bin wahab bahwa Ibrahim bercerita: al-kisah ada seorang abid ( hebat ibadah ) dari bani israil yang beribadah di biara, kemudian ada sekelompok orang bejat yang ingin mengujinya, orang tersebut mendatangi seorang wanita lacur dan berkata “ maukah engkau menarik hati si abid itu dan membuatnya tergelincir “
Pada suatu malam, yang hujan dan gelap, si wanita lacur itu tiba dan menemui si abid, beliau memanggil-manggilnya dari luar, kemudian si abid menengok keluar untuk melihat,
“ wahai hamba Tuhan, tolong beri aku tumpangan untuk berteduh, “ kata si wanita lacur pada sang abid
Namun sang abid tidak memperdulikannya, kemudian beliau kembali melanjutkan kembali ibadahnya, waktu itu lampu biara masih menyala terang,
Lalu si wanita lacur itu kembali memanggil, “ wahai hamba Tuhan, tolong beri aku tumpangan, tidakkah engkau lihat, kondisi di luar sedang hujan gelap? “
Si wanita lacur it uterus berusaha membujuk, hingga si abid balasannya bersedia memperlihatkan daerah untuk berteduh, dan mempersilahkannya masuk,
Di dalam, si wanita lacur tersebut sengaja merebahkan dirinya di bersahabat sang abid, sambil memperlihatkan bagian-bagian tubuhnya yang menarik, lama-lama nafsu sang abid mulai menarik hati dirinya, kemudian beliau berkata kepada dirinya sendiri “ tidak ! sungguh demi Tuhan, jangan hingga terjadi, aku ingin melihat hingga sejauh mana kekuatanmu menahan panasnya api “
Lalu beliau beranjak ke lampu yang menyala, dan meletakkan salah satu jarinya kea pi lampu tersebut hingga terbakar
Kemudian beliau kembali melanjutkan ibadahnya, beberapa waktu kemudian, nafsunya kembali menarik hati dirinya, kemudian beliau melaksanakan hal yang sama ibarat diatas, adalah meletakkan jari tangannya yang lain di atas api lampu hingga terbakar, bencana tersebut terjadi berulang-ulang hingga semua jari jemari tangannya habis terbakar, sementara si wanita lacur terus memperhatikan bencana tersebut, kemudian beliau ( si wanita lacur ) jatuh pingsan hingga ahirnya meninggal dunia,


Posting Komentar untuk "Kisah Si Abid Dan Si Pelacur"