Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wali Yang Masih Belia

Muhammad bin dawud bercerita kepada kami, ia berkata : saya mendengar bubuk abdillah ahmad bin yahya al-jalla berkata, saya mendengar ayahku bercerita “ suatu hari majlis makruf tiba-tiba ada seorang pria tiba dan berkata “ wahai abi mahfudz, tadi malam saya melihat suatu keajaiban “
“ Memang apa yang telah engkau lihat, tolong ceritakan kepada kami” kata makruf kepadanya
Lalu orang itupun bercerita “ keluargaku sangat ingin merasakan hidangan ikan, ahirnya saya pergi kepasar untuk membeli ikan buat mereka, final membeli ikan, saya minta sumbangan pada seorang tukang panggul yang usianya masih belia, untuk membawakan ikan tersebut kerumah, kamipun berjalan pulang kerumah, di tengah perjalanan kami mendengar kumandang adzan dzuhur,
“ Tuan, mari kita sholat dulu, kata tukang panggul kepada saya, tampaknya ia mengingatkan saya,
“ Ya, mari kita sholat dulu “ jawab saya
Lalu ia meletakkan nampan daerah ikan yang di panggulnya di daerah istirahat, kemudian masuk masjid
Dalam hati saya berkata “ ia sudah membantu saya untuk memanggul ikan dengan nampan miliknya, sebagai imbalannya saya akan memberinya ikan,”
Dia terus mengerjakan sholat sunnah, hingga iqomah di kumandangkan, kamipun ikut berjamaah di masjid tersebut, sesudah sholat fardu, perjaka itu kembali melaksanakan sholat sunnah, kemudian sesudah final kami keluar dan mendapati nampan daerah ikan tersebut tetap berada di tempatnya dan masih utuh,
Kamipun melanjutkan perjalanan pulang ke rumah, sesampainya dirumah saya bercerita kepada keluarga saya perihal tukang panggul tersebut, dan juga perihal harapan saya untuk balas kecerdikan pada perjaka tersebut, mereka berkata “ jikalau begitu tawari perjaka itu untuk ikut menikmati hidangan ikan ini bahu-membahu “
“ nak, maukah engkau ikut menikmati hidangan ikan tadi bersama kami ?” kataku kepadanya
“ Maaf, saya sedang puasa, “ jawabnya
“ Kalau begitu, berbukalah di daerah kami “ kataku kepadanya
“ oke “ jawabnya
Dia kembali berkata “ bisakah engkau mengambarkan kepada saya jalan menuju masjid?”
Lalu sayapun mengambarkan kepadanya jalan menuju masjid, diapun lantas pergi ke masjid, dan duduk disana hingga waktu shalat maghrib
Setelah final shalat maghrib sayapun menghapirinya dan berkata kepadanya “ mari kerumah saya “
“ kalau boleh, nanti saja sesudah final shalat isya, “ jawabnya kepada saya
Dalam hati saya berkata “ ini bukti kedua, bahwa ia seorang perjaka yang baik “
Kemudian sesudah final shalat isya saya mengajaknya kerumah, rumah saya mempunyai tiga ruangan, satu ruangan untuk saya dan keluarga, satu ruangan untuk seorang anak wanita berumur dua puluh tahun lebih yang lumpuh semenjak lahir, dan satu ruangan lagi untuk tamu,
Pada penghujung malam, tiba2 ada yang mengetuk pintu ruangan kami, “ siapa itu yang mengetuk pintu, “ tanyaku
“ saya fulanah “ jawabnya,
Apakah fulanah yang lumpuh tidak sanggup berjalan, bagaimana engkau sanggup berjalan “ kataku padanya
“ ya, ini saya, tolong bukakan pintunya,
Lalu saya buka pintunya, dan ternyata memang benar, ia fulanah yang lumpuh itu, “ apa yang terjadi, tolong ceritakan kepada kami, “ kataku pada si fulanah
Lantas ia bercerita : saya mendengar kalian menyebut-nyebut tamu kalian itu sebagai orang yang baik dan saleh, lantas terbersit harapan dalam hati untuk bertawassul kepada Allah SWT dengan tamu itu, sayapun lantas membaca doa “ ya Allah, saya bertawassul kepada-MU dengan tamu ini dan kedudukannya disisimu, berilah saya kesembuhan dari penyakit ini “ kemudian saya coba bangun dan berjalan, ternyata saya bisa, dan saya pulih menyerupai yang kalian lihat “
Setelah itu saya beranjak pergi untuk menemui tamu saya tersebut di dalam biliknya, tapi saya mendapati bilik tamu tersebut kosong, dan tidak ada siapa-siapa didalamnya, kemudian saya berjalan kepintu rumah, ternyata masih terkunci menyerupai sedia kala,
Selesai kisah yang saya alami tersebut, makruf berkata kepada saha “ benar, para wali Allah ada yang masih belia dan ada yang masih sampaumur “

Catatan: berdasarkan sebagian para ulama, tawassul yang menyerupai di lakukan si fulanah yaitu salahsatu bentuk tawassul yang tidak boleh

Posting Komentar untuk "Wali Yang Masih Belia"

close
Banner iklan disini